Tuhan sayang Ranu

Akhir Januari lalu aku kehilangan jagoanku. Armaranu Dirandra Janardana, lahir pada hari kamis tanggal 27 Januari 2022 dan wafat pada hari Sabtu 29 Januari 2022. Disaat terakhirnya aku menunggu, duduk di sampingnya ketika perawat mencoba untuk menyelamatkan Ranu. Sesaat keudian tangisku pecah, duniaku runtuh ketika perawat mengatakan bahwa anakku sudah tidak berumur. Anak gantengnya ayah sudah meninggal. Aku tidak percaya.

 

Aku yang membawa tangisku keluar kamar perawatan, disambut Bunda. Aku kabarkan berita itu kepada Bunda. Aku masih menangis, menangis. Lalu aku tidak sadar. Aku terbawa memori flash back bagaimana kebersamaanku dengan anakku.

 

Bulan Agustus 2021 adalah kali pertama kali Ranu menyapa kami. Aku ingat betul bahwa waktu itu adalah sekembalinya kami dari Angkringan seorang teman, Tommy, di daerah Roxy Square. Waktu itu aku dan Irma mampir setelah belanja batu pasir. Salah satu jenis batu yang biasa digunakan untuk aquascaping. Jika aku tidak salah ingat, kami sampai rumah hampir tengah malam. Begitu sampai rumah, Istri yang merasa aneh dengan kondisi badannya bilang “aku mau coba test kehamilan ya?”. “Iya dah,” sahutku. Aku yang sedang bongkar belanjaan langsung jalan ke kolam, area dimana nanti batu-batu itu aku susun. Tak lama setelah itu, aku dikejutkan oleh teriakan senang. “yank, garis dua. Aku hamil.” Aku senang sekali waktu itu. Waktu itu aku menjawab “Oh, iya? Selamat ya sayang.” terkesan cuek, tapi jujur, saat itu aku begitu senang.

 

Timeline bergerak maju. Aku hanya ingat bagaimana hari-hariku aku habiskan dengan bagaimana harus cari uang yang rajin, membuka peluang bisnis baru, dan bisa mempersiapkan rencana kelahiran. Tiba-tiba ada pertengkaran diantara Istri dan adhiknya. Antara paham dan tidak paham, antara bingung dan linglung. Aku ditampar. Sekarang aku sadar di bangsal RS Soebandi. Aku begitu marah. Aku mau muntah. Pipiku basah, mataku perih aku di bangsal itu dengan Bunda. Saat itu aku sadar bahwa Tuhan lebih sayang jagoanku. Anak gantengku lebih sayang kami, dia mau menunggu Ayah dan Ibunya di surga kelak.

Al-Fatihah

Komentar