Holla Perubahan

Jumat 10 November 2023. Aku menggila. Aku ingin menulis lagi. Aku ingin menulis Diary seperti sepuluh atau lima belas tahun yang lalu. Aku timbang-timbang bagaimana baiknya. Apalah harus menulis tangan ataukah aku kutulis lewat Blog. Pilihan jatuh ke Blog karena istriku adalah pribadi yang cukup kepo alias ingin tahu ketika dirinya sedang gabut. Dia pasti akan kepo ketika aku mencoba membuka buku dan menulis sesuatu. Daripada akhirnya nanti aku akan kesal karena bingung menyimpan buku Diary, menulis di dalam blog menurutku adalah pilihan terbaik untuk saat ini.


Why?

Hari ini aku seperti ditegur keras. Aku yang sekarang ini berada di mode santuy. Kerja, berorganisasi, capek, pulang, nonton, nge-game, tidur, bangun lagi, dan terus seperti itu di kurang lebih 4 bulanan ini. Bisa dibilang aku kurang perhatian kepada diriku sendiri dan bahkan mungkin kepada istriku yang sedang hamil muda. Bukan seperti cuek atau kurang nurutin apa kemauannya istri tetapi lebih kepada perhatian nan-ekstra ketika keadaan rumah yang seperti kapal karam.

Kebiasaan baik istriku adalah selalu mengingatkan barang-barang yang aku taruh sembarangan ketika aku lagi nge-game atau nonton. Mengoreksi setiap kesalahanku ketika lagi menikmati kesibukan pikiran yang masih dalam ranah topik kantor. Mencemburui setiap senyuman tipis ketika sedang menikmati pergulatan pesan-pesan singkat di Whatapps Group (WAG).

Aku capek. Aku menggila. Aku ingin curhat. Kepada siapa? Bukan. Mungkin pertanyaanya lebih tepat adalah lewat apa?


Diari-Ku

Aku tidak mempunyai banyak teman. Oleh karena itu aku begitu menikmati menulis diari lewat buku kuning yang bahkan sampai sekarang masih tersimpan rapi di rak buku-ku. Lewat diari aku bisa secara konsisten menuangkan kegelisahanku. Lewat Diari aku juga belajar berfikir sistematis untuk mengurutkan setiap permasalahan yang lewat dalam satu hari. Lewat diari juga aku bisa senyum-senyum sendiri ketika terbaca 5-10 tahun kemudian.

Cangkir memori adalah diari spontan yang aku buat untuk mengungkapkan rasa gelisah, kesal, dendam. Sesuatu yang timbul dari perasaan negatif karena meninggalnya anak pertamaku. Sekarang aku juga akan mencoba menuangkan hal-hal positif di dalam diari daring ini.


Perubahan

So? Holla. Ini adalah tulisan pertama Diari-ku. Ternyata perubahanku sangat ketara. Belum genap 30 menit aku mencoba untuk serius nulis dibandingkan serius nonton sudah dapet protes dari Istri. Dia merasa perubahan sedrastis ini tidak perlu. "Biasa aja." begitu katanya.

Aku menggila lagi? Enggak. Sepertinya aku sudah sangat menikmati ini. Jika aku berubah sikap pasti akan sangat mendapat protes, jika Istri yang berubah it's fine.

Ya udah, aku nikmati saja prosesnya. So? Tunggu aja besok. Kalau masih rilis Diary, berarti aku masih konsisten pada jalan ninjaku yang baru.

Komentar